Pengertian Artikel,
Definisi Artikel
Pengertian
Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu
masalah tertentu yang sifatnya aktual dan kadang-kadang kontroversial dengan
tujuan untuk memberi tahu (informatif), mempengaruhi, meyakinkan (persuasif
argumentatif), dan menghibur khalayak pembaca (Sumadiria, 2004:1). Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2001:66), “Artikel adalah karya tulis
lengkap, misalnya laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan
sebagainya.” Artikel merupakan salah satu karya tulis ilmiah yang paling
sederhana. Dari pemilihan judul, sistematika penulisan sampai isi sebuah
artikel lebih sederhana dari karya tulis ilmiah lainnya. Begitupun pemilihan
kata dan ragam bahasanya lebih santai. Walaupun demikian, dalam artikel tetap
diperlukan penyelesaian yang memadai. Kandungannya pun harus dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula.
Pengertian
Artikel berkaitan dengan keumumannya diperuntukkan bagi masyarakat umum yang
dimuat pada media cetak, majalah dinding, dan ada juga tugas dari dosen dengan
maksud menyampaikan ide, gagasan, dan pengetahuan. Oleh karena itu, bahasa dan
pemilihan kata yang digunakan harus kata yang populer. Topik kajiannya harus
topik kajian sebuah ilmu tertentu atau masalah yang sedang ramai dibicarakan di
masyarakat.
Seperti halnya
tulisan karya ilmiah lainnya, artikel terdiri atas pendahuluan, isi, dan
penutup. Sistematika ketiga unsur ini tidak diatur secara baku seperti pada
makalah, buku, skripsi, tesis, dan disertasi. Sistematika penulisan artikel
tidak ditandai dengan bagian-bagian atau tidak terdiri atas bab. Pembedaan
bagian atau bab hanya ditandai dengan peralihan paragraf. Dan begitulah ulasan
singkat mengenai pengertian artikel atau definisi artikel.
Jenis dan cara penulisan artikel
Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran
mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar,
atau merasakan hal tersebut.
Contoh deskripsi
berisi fakta:
Hampir semua
pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih
perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga
menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai.
Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang
menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.
Contoh deskripsi
berupa fiksi:
Salju tipis
melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja
yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan
daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning
kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.
Topik yang tepat untuk deskripsi
misalnya: Keindahan Bukit Kintamani Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa
SMK Tingkat Nasional Keadaan ruang praktik Keadaan daerah yang dilanda bencana
Langkah menyusun deskripsi:
Tentukan objek atau tema yang
akan dideskripsikan, tentukan tujuan, tentukan aspek-aspek yang akan
dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke
dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut
kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi
Narasi
Secara sederhana narasi dikenal
sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan
waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.
Contoh narasi yang berisi fakta:
biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi yang berupa fiksi:
novel, cerpen,
cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi
secara sederhana:
awal – tengah –
akhir
Awal narasi
biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh.
Bagian awal
harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
Bagian tengah
merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju
klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara
berangsur-angsur cerita akan mereda.
Akhir cerita
yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya
dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir
cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno
Ir. Soekarno,
Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI
pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat
pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno bersama
Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu
pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya
sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Contoh narasi fiksi:
11. Aku
tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat
tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan
ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa.
22. Wangi
kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu.
Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi
wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga?
Langkah menyusun narasi (fiksi):
Langkah menyusun narasi (fiksi)
melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide.
Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi
ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan
peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
bagaimana cerita itu dipaparkan.
Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau
penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan
tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan
grafik, gambar atau statistik. Contoh:
Pada dasarnya
pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing.
Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk
menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi
yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan.
Dalam bidang
auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif
untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.
Topik yang tepat untuk eksposisi,
antara lain: Manfaat kegiatan ekstrakurikuler Peranan majalah dinding di
sekolah Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil. Tidak jarang
eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja.
Eksposisi demikian lazim disebut
paparan proses.
Contoh paparan proses:
Cara mencangkok
tanaman:
1.
Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan
sabut secukupnya.
2.
Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat
dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3.
Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan
dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.
Langkah menyusun eksposisi:
Menentukan topik/ tema, Menetapkan
tujuan, Mengumpulkan data dari berbagai sumber, Menyusun kerangka karangan
sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
Argumentasi
Karangan ini bertujuan
membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai
alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya
dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai
penyokong opini tersebut.
Contoh:
Jiwa
kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa
kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa
kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang
luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta
terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan
di berbagai bidang.
Tema/ topik yang tepat untuk
argumentasi, misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha Teknologi komunikasi
harus segera dikuasai Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang
potensial Langkah menyusun argumentasi: Menentukan topik/ tema Menetapkan
tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai
dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi
Persuasi
Karangan ini bertujuan
mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang
mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang
dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Topik/ tema yang tepat untuk
persuasi, misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA Hemat energi demi generasi
mendatang Hutan sahabat kita Hidup sehat tanpa rokok Membaca memperluas
cakrawala Langkah menyusun persuasi: Menentukan topik/ tema Merumuskan tujuan
Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan Mengembangkan
kerangka karangan menjadi karangan persuasi
Struktur Artikel
- Judul
- Alinea Pembuka (Lead)
- Alinea Penjelas (Batang Tubuh)
- Alinea Penutup (Ending)
makasih .. sangat bermanfaat
ReplyDeleteSama2 mba...
DeleteStrukturny ndak dijelasin .-. .-. .-.
ReplyDeleteTerimakasih , ilmunya😀
ReplyDeleteTerima kasih
ReplyDeleteTerima kasih
ReplyDeleteThank you sobat
ReplyDelete