Dalam pembahasan pendidikan sebagai sistem sebagaimana tersaji dalam bab III, disebutkan bahwa Salah satu masukan dalam system pendidikan adalah masukan lingkungan. Dengan demikian ljngkungan merupakan suatu kornponen sistem yang ikut menentukan keberhasilan proses pendidikan. Pernyataan ini memperoleh dukungan teoritis maupun empiris oleh para pakar dan praktisi pendidikan. Para pakar pendidikan umumnya sepakat bahwa lingkungan berkorelasi positif terhadap keberhasilan pendidikan seseorang. Adanya pepatah kebo gupak neler-neler (orang jahat akan mempengaruhi orang lain yang ada didekatnya untuk berbuat jahat); lingkungan yang baik akan membuat orang baik dan lingkungan yang buruk akan membuat orang jelek; wong kung alim kumpulono (berkumpullah dengan orang baik dan yang berihnu), menandakan dukungan terhadap pernyataan terhadap pentingnya lingkungan.
Mesklpun demlklan harus diakui bahwa para pakar pendidikan, berkaitan dengan dominasi lingkungan dalam mempengaruhi pendidikan seseorang secara filsafati terpisah menjadi beberapa aliran (lihat aliran-aliran pendidikan). Sehubungan dengan itu, tepatlah kiranya kalau para pengembang kurikulum LPTK menempatkan bahasan lingkungan Penddikan Sebagal kajian tersendiri.
Lingkungan secara umum diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan Perilakunya yang mempengaruhi kalangsungan parikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan dengan pengertian demikian dipilah menjadi lingkungan alam hayati, lingkungan alam non hayati, lingkungan buatan dan lingkungan sosial.
Sedangkan lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan. Lingkungan pendidikan clapat pula diartikan sebagai berbagai lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Dalam bahasan kali ini pengertian kedualah yang lebih dipergunakan.
Dengan mengacu pada pengertian itu, lingkungan pendidikan dipilah menjadi 3 yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, Ketiga lingkungan pendidikan tersebut, dikenal dengan tripusat pendidikan atau ada yang menyebut tripusat pendidikan. (Ki Hajar Dewantara menyebut lingkungan pendidikan yang ketiga sebagai perkumpulan pemuda).
Ketiga lingkungan pendidikan ini sering dirancukan dengan pemilahan pendidikan yang dikembangkan oleh Philip H. Coombs yaitu Pendidikan informal, formal, dan nonformal. menurutnya pendidikan informal adalah pendidikan yang tidak terprogram tidak berstruktur, berlangsung kapan pun dan dimana pun juga. Pendidikan formal adalah pendidikan berprogram, berstruktur dan berlangsung dipersekolhan Sedangkan pendidikan nonformal adalah pendidikan yang berstruktur berprogram dan berlangsung di luar persekolahan.
Selain itu konsep tripusat pendidikan dapat dihancurkan dengan jalur pendidikan (UU NO. 2 tahun 1989) yang meliputi jam pendidikan sekolah dan luar sekolah.
Comments
Post a Comment
Peraturan komentar diblog yang dikelola oleh saya :
1. Dilarang spam (jangan suka nyampah)
2. Dilarang promosi (jika mau promosi segala macam bayar)
3. Dilarang menghina atau sejenisnya (kalo mau ngehina liat diri anda!!!)
Tidak suka dengan peraturan, silahkan close tabnya!!!