Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Disebut sebagai lingkungan atau lembaga pendidikan karena sebelum manusia mengenal lembaga pendidikan yang lain, lembaga pendidikan inilah yang pertama ada. Selain itu manusia mengalami proses pendidikan sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan pertama kali adalah dalam keluarga.
Dalam kajian antropologis disebutkan bahwa manusia mengenal pendidikan sejak manusia ada. Pendidikan dimaksud adalah pendidikan keluarga. Pendidikan dimaksud berlangsung pada masyarakat masih tradisional. Dalam masyarakat demikian struktur masyarakat masih sangat sederhana, sehjngga ruang lingkup kehidupan anak sebagian besar masih terbatas pada keluarga. Fungsi keluarga pada masyarakat demikian meliputi fungsi produksi dan fungsi konsumsi sekaligus secara "absolut”. Kedua fungsi ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak selanjutnya.
Kehidupan masa depan anak pada masyarakat prirnitif mudah diprediksi. Hampir dapat dipastikan bahwa kehiclupan generasi sang anak nyaris sama dengan pola kehidupan sang orang tua. Hal ini karena kehidupan masa depan anak pada umumnya tidak terjadi banyak perubahan dari kehidupan orang tuanya. Sebagai contoh anak yang orang tuanya sebagai petani hampir dapat dipastikan bahwa anak tersebut, akan menjadi petani. Kalau orang tua anak tersebut sebagai tukang kayu, maka hampir dapat dipastikan anak tersebut akan menjadi tukang kayu.
Kondisi ini muncul karena anak merupakan bagian dari keluarga. Sementara dalam masyarakat tradisional upaya pemenuhan kebutuhan seluruh anggota keluarga dikerjakan secara bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga, tanpa pembagian pekerjaan yang kompleks. Orang tua bertanggung jawab penuh akan pendidikan anaknya. Tanggung jawab itu pada masyarakat tradisional tidak akan selesai sampai anaknya telah menikah. Hal ini karena seluruh "anaknya" akan menjadi bagian dan produksi keluarga besar orang tuanya.
Adanya berbagai tekanan dari luar dalam bentuk modernisasi dan mobilitas sosial baik secara vertikal maupun horisontal, fungsi kehidupan keluarga pun mengalami perubahan. Fungsi konsumsi keluarga relative tetap bertahan namun fungsi produksi mengalami banyak perubahan. Setiap keluarga tetap memerlukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, namun tidak dapat disediakan sendiri. Dengan demikian keluarga telah mulai kehilangan fungsi produksinya.
Perubahan fungsi ini, berkonsentrasi dengan perubahan struktur keluarga dan pola pendidikannya. Keluarga modern cenderung terdiri atas anggota keluarga dengan jumlah yang kecil dipandang lebih demokratis, yang masing-masing (tidak tahu persis sesuatu yang dilakukan oleh anggota keluarga yang lain), dan cenderung bergantung pada pelayanan jasa dari pihak lain. Dengan demikian dalam proses pendidikan, anak tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pendidikan dari orang tuanya seperti pada keluarga tradisional. Porsi pendidikan keluarga dari masyarakat modern cenderung berkurang. Sebagian terbesar diambil alih oleh sekolah dan pendidikan dalam masyarakat lainnya seperti teman sebaya, organisasi sosial, kursus-kursus, dan lain-lain.
Comments
Post a Comment
Peraturan komentar diblog yang dikelola oleh saya :
1. Dilarang spam (jangan suka nyampah)
2. Dilarang promosi (jika mau promosi segala macam bayar)
3. Dilarang menghina atau sejenisnya (kalo mau ngehina liat diri anda!!!)
Tidak suka dengan peraturan, silahkan close tabnya!!!